Kriteria dan Contoh Penentuan Kenaikan Kelas dalam K13
Penilaian Kurikulum 2013 memang agak sedikit rumit dibandingkan dengan penilaian pada Kurikulum 2006 dimana proses penilaian yang dimulai dari perencanaan penentuan Penilaian per Kompetensi Dasar sampai pada penetapan kenaikan kelas atau tidak. Dalam K13, nilai setiap mata pelajaran terdiri atas nilai sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Terkait penilaian ini, Permen No. 53 tahun 2015 dinyatakan tidak berlaku setelah diganti dengan permen No. 23 tahun 2016.
Berikut Permen-permen BARU tersebut:
1. Permendikbud No.20 Th 2016 tentang STANDAR KOPETENSI LULUSAN
2. Permendikbud No.21 Th 2016 tentang STANDAR ISI PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH
3. Permendikbud No.22 Th 2016 tentang STANDAR PENDIDIKAN DASAR dan MENENGAH
4. Permendikbud No.23 Th 2016 tentang STANDAR PENILAIAN
5. Permendikbud No.24 Th 2016 tentang KOPETENSI INTI dan KOPETENSI DASAR
Berikut kebijakan Revisi Kurikulum 13 serta dasar hukum peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang terbaru, yakni No.20.21.22.23.24 tahun 2016:
1. Istilah “KKM” menjadi “KBM” (Ketuntasan Belajar Minimal)
2. Istilah “UH” menjai “PH” (Penilaian Harian).
3. Istilah “UTS” menjadi “PTS” (Penilaian Tengah Semester)
4. Istilah “UAS” menjadi “PAS” (Penilaian Akhir Semester)
5. Istilah “UKK” menjadi “PAT” (Penilaian Akhir Tahun)
Materi soal “PAT” meliputi “25% semester ganjil” dan “75% semester genap“.
PENENTUAN KENAIKAN KELAS
1. Maksimal hanya 3 Mapel yang KBM-nya tidak TUNTAS.
2. Nilai Pengetahuan KI.3 harus Tuntas.
3. Nilai Ketrampilan KI.4 harus Tuntas.
4. KI.1 dan KI.2 harus BAIK.
KBM (KKM) semua mapel harus sama.
Contoh penentuan:
KBM = 60
a. Nilai pada Semester Ganjil = 55
b. Nilai pada Semester Genap = 65
maka 55 + 65 = 120 : 2 = 60 (Tuntas)
KI 1 dan KI 2 Observasi guru dalam jurnal yang ditulis “KURANG dan yang AMAT BAIK”
1) Sikap dikatakan Tuntas, jika predikat minimal B (baik)
2) Pengetahuan dan Keterampilan, dikatakan Tuntas jika predikat Minimal C.
3) K-13: Sebuah mapel dikatakan Tuntas, jika Pengetahuan dan keterampilan Tuntas.
4) Tidak perlu mempermasalahkan Prefikat C pada mapel Pengetahuan dan Keterampilan, krn C berarti sudah Tuntas.
5) Predikat untuk Pengetahuan dan Keterampilan, didasarkan pada KBM (KKM) masing-masing sekolah.
Contoh:
jika KBM 75,
maka dalam range predikat menjadi
< 75. = D (tidak tuntas)
75-82. = C (tuntas dg cukup)
83 – 90. = B (tuntas dg baik)
91-100. = A (tuntas dengan sangat baik)
6) Jadi diharapkan untuk tidak menaik-naikkan nilai untuk mengejar B, atau menurunkan KBM dari yang sudah ditetapkan masing-masing sekolah.
8) Predikat pengetahuan dan keterampilan tidak berpengaruh pada SNMPTN.
Dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No.20.21.22.23.24 tahun 2016, Permen-permen berikut TIDAK BERLAKU:
1. Permendikbud No.54 Th.2013
2. Permendikbud No.65 Th.2013
3. Permendikbud No.54 Th.2013
4. Permendikbud No.66 Th.2013
5. Permendikbud No.104 tahun 2014
Sumber: Kemendikbud
About author
You might also like
Dyka “Sang Pembentang Bendera” pada Upacara Penurunan Bendera di Istana Merdeka 17 Agustus 2018
Haloo warga SMAGA, disini kami akan menampilkan sebuah artikel tentang Dyka sang pembentang bendera di Istana Negara pada saat upacara penurunan. Penasaran ? mari kita simak ya…. Upacara penurunan Bendera
“Apresiasi Prestasi Siswa SMAN 3 Banjarbaru”
Banjarbaru – SMAN 3 Banjarbaru melaksanakan penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi usai kegiatan upacara bendera sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih di berbagai ajang perlombaan. Usai pelaksanaan upacara
Pengumuman Hasil Seleksi PPDB 2020 SMA Negeri 3 Banjarbaru
DAFTAR SISWA LULUS SELEKSI PPDB 2020 SMA NEGERI 3 BANJARBARU No. No. PESERTA NAMA SISWA J K ASAL SEKOLAH 1 3057068686 ABDA ZAKIA Perempuan MTSS PANGERAN ANTASARI 2















0 Comments
No Comments Yet!
You can be first to comment this post!