Serunya Belajar di Alam
Konsep pembelajaran yang menyenangkan nampaknya benar-benar diterapkan di SMAGA. Hal ini setidaknya terlihat dari pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Rahmalina, S.Pd. Guru bahasa Indonesia ini menyampaikan pembelajaran di luar kelas dan mendapat sambutan hangat dari isiswa.
Dari pantauan kami, pembelajaran terlihat lebih bergairah. Suasana alam yang teduh dan tenang memberikan aura positif bagi pembelajaran. Para siswa nampak bersemangat mengikuti, menyimak dan memperhatikan setiap materi yang disampaikan. pada metode ini Ibu rahmalina menerapkan metode pembelajaran diskusi dan ceramah bervariatif.
Dari pengakuan siswa, mereka lebih senang belajar di luar. Suasana yang asri dalam deruan angin yang sejuk membuat mereka lebih bersemangat. Dan mereka juga mengaku lebih banyak bisa menerima pelajaran.
Kondisi ini bisa tercipta karena memang lingkungan sekolah masih asri dan tenang. Jauh dari hiruk pikuk aktivitas masyarakat umum. Letak SMAGA yang jauh dari pemukiman warga memang memberikan keuntungan tersendiri. Selain itu, lingkungan yang sejuk diperindah dengan banyaknya pohon dan tanaman. Hal ini sejalan dengan slogan SMAGA sebagai sekolah sehat, berprestasi dan bermartabat.
Pembelajaran seperti ini memang bukan kali ini saja. Ada juga guru-guru lain yang melakukan hal yang sama. Konsepnya adalah pembelajaran yang menyenangkan. yup,…mari belajar.
About author
You might also like
Gawat… Ribuan PNS Akan Segera Dipecat
SUARAPGRI – Selamat pagi dan salam sejahtera. Berita pagi ini yang akan kami bagikan mengenai pemecatan PNS, simak berita selengkapnya dibawah ini. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengirimkan surat ke sejumlah
Video Upacara Bendera Hari Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-71 SMA Negeri 3 Banjarbaru
Pada hari Rabu 17 Agustus 2016, SMA Negeri 3 Banjarbaru melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-71 dengan khitmad. Berikut video pelaksanaannya… Total Pengunjung:629
Orang Tua Menjadi Ujung Tombak Pelaksanaan PTM Terbatas Aman bagi Siswa
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Bapak Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa sekitar 80% orang tua siswa menginginkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bagi anak-anaknya. Artinya, banyak pihak yang















0 Comments
No Comments Yet!
You can be first to comment this post!